![]() |
| Foto hasil penyitaan Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri, daging ilegal di Pelabuhan Beton, Sekupang, Batam |
BATAM – Sebuah kejanggalan terungkap dalam penyitaan puluhan ton daging ilegal di Batam. Daging sapi, babi, dan ayam yang seharusnya diamankan di Polda Kepri, justru terlihat 'berjalan-jalan' di Kota Batam sebelum akhirnya masuk ke sebuah pabrik sosis.
Kronologinya bermula dari penyitaan muatan kapal kayu di Pelabuhan Beton Sekupang. Daging-daging dalam kotak bermerek dagang tertentu itu kemudian dimuat ke kontainer pendingin untuk diamankan. Namun, alih-alih dibawa ke Polda, satu unit kontainer bermerek "K" LINE dengan truk pengangkut bernomor polisi TRD 9654 U diam-diam keluar dari pelabuhan dini hari, Selasa (27/1/2026).
![]() |
| (Foto istimewa) hasil penyitaan Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri, daging ilegal di Pelabuhan Beton, Sekupang, Batam, pada Senin (26/2/2026) malam. |
Tim media yang memantau kejadian ini pun penasaran. Keterangan dari petugas Karantina yang di dapatkan yang berada pada lokasi, barang bukti akan dibawa ke Polda. Kenyataannya, kontainer malah melaju ke arah Sagulung.
![]() |
| (Foto istimewa) mobil Koutaner hasil tangkapan polda kepri sempat masuk dan berhenti menuju pelabuhan tikus kelurahan sei binti kecamatan sagulung pada pagi hari. |
“Awalnya saya mau pulang, tapi lihat truk malah ke Batu Aji, bukan ke Polda. Saya ikuti,” ujar seorang awak media yang membuntuti mobil Koutaner tersebut.
Menurut pengakuannya, sopir mobil kontainer tampak menyadari sedang diikuti. mobil kontainer itu pun berputar-putar di daerah Sagulung, seolah berusaha mengelabui. Ia sempat masuk ke jalan kecil di dekat Pelabuhan Tikus, Kampung Tua, sebelum akhirnya keluar lagi dan memasuki kawasan industri di Pelabuhan Sagulung. Tujuannya: PT MAP, sebuah perusahaan yang memproduksi sosis.
![]() |
| Foto istimewa Mobil Kountaner di PT MAP, sebuah perusahaan yang memproduksi sosis. |
Respons Perusahaan yang Menghindar
Menanggapi hal ini, pihak PT MAP terkesan tutup mulut dan menghindar. Saat dikonfirmasi via telepon WhatsApp sekitar pukul 09.19 WIB, seorang perwakilan mengaku tidak tahu menahu.
“Ada apa pak, saya cek dulu. Bapak bilang gitu, saya baru tau,” katanya.
Konfirmasi lanjutan satu jam kemudian dijawab dengan alasan sedang rapat. Pada pukul 10.08 WIB, alasan berubah: sedang bertemu dengan orang bank. Hingga pukul 12.09 WIB, jawaban yang diberikan tetap sama: belum bisa memberikan keterangan karena masih ada tamu.
Keberadaan puluhan ton daging ilegal—yang asal-usul dan kesehatannya dipertanyakan—di sebuah pabrik sosis menimbulkan tanda tanya besar. Kemana akhirnya barang bukti tersebut? Apakah benar-benar diamankan atau justru ‘dialihkan’? Publik menunggu klarifikasi resmi dan transparansi dari pihak berwenang terkait nasib daging ilegal yang sempat ‘hilang’ tersebut.(TIM)




